Tuduhan Penggelapan Uang Bandar Narkoba Rp 50 Juta Tidak Berdasar, Kasat Narkoba Polres Labuhanbatu Membantah Keras

Editor: Jurnalis author photo

Kasat Narkoba Polres Labuhanbatu, AKP Martualesi

liputan6online.com | LABUHAN BATU- Isu Tidak Sedap menimpa Kasat Narkoba Polres Labuhan Batu AKP Martualesi di tuding gelapkan uang bandar narkoba sebanyak Rp 50 Juta. 


Diketahui semenjak di percayai menjabat sebagai kasat narkoba, AKP Martualesi Sitepu dikenal kerap menangkap sejumlah bandar dan gembong narkoba di kawasan Labuhanbatu dan sekitarnya.

Kasat Narkoba AKP Martualise Sitepu membantah keras adanya tudingan penggelapan barang bukti 

"Saya tidak pernah bermain-main dalam hal ini, apalagi tim dan jajaran saya. Saya pastikan itu tidak ada seperti yang dituduhkan orang-orang yang tidak kami kenal itu," ucapnya saat di telfon via WhatsApp, Rabu (15/06/22). 

Ia juga heran, kenapa kasus yang sudah lama ditangani, tiba-tiba kembali diributkan. Padahal saat menyita barang bukti dari tangan tersangka Nurita, pihaknya dilengkapi dengan surat perintah penyitaan. Bahkan saat itu tersangka Nurita menyaksikan langsung penyitaan tersebut. 

Bahkan Ia dan timnya juga mendapatkan penghargaan atas jerih payahnya memberantas peredaran narkoba di wilayah Labuhanbatu

"Terkait pemberitaan tersebut tidak benar. Saya sebagai Kasat tidak berani bermain-main dengan barang bukti. Bahkan dengan pengungkapan kasus tersebut kami Sat Narkoba diberikan reward oleh Bapak Kapolda Sumut dan Penyidikan TPPU diberikan reward oleh Dir Narkoba," katanya.

Disinggung adanya laporan ke Bid Propam terhadap dirinya. Mantan Kasat Narkoba Polres Serdangbedagai ini yakin, bahwa Propam Polda Sumut pasti menolak dumas tersebut.

Hal itu karena Propam dan pimpinannya di Polda Sumut pasti mendukung upaya pemberantasan narkoba yang merusak masyarakat dan generasi bangsa.

Bahkan, menurutnya, yang membuat laporan tersebut juga bukan pengacara dan bukan keluarga dari tersangka.

"Memang saat ini kami lagi asset tracing ratu narkoba Labusel. Dugaan saya, para pendumas ini sengaja memecah konsentrasi," 

"Ada apa ini?" tanya Martualesi.

Ia menegaskan, kasus yang melibatkan Nurita, sempat dipaparkan langsung oleh Kapolda Sumut, Irjen RZ Panca Putra Simanjuntak. Dan kita tidak mungkin berani main-main menyangkut barang bukti.

"Saya bukan bodoh, mau segampang itu mengorbankan harga diri dan karier saya selaku Kasat Narkoba yang dipercayakan pimpinan saya selama ini," katanya.

Mantan Kapolsek Kutalimbaru ini berharap, kedepan jangan ada lagi pihak-pihak yang menyebarkan rumor dan isu tak berdasar tersebut. Menurutnya, tudingan seperti itu hanya fitnah belaka.(L6OC/Eno)
Share:
Komentar

Berita Terkini