liputan6online.com | BELAWAN – Komando Daerah Angkatan Laut I (Kodaeral I) terus memperkuat kesiapan prajurit dalam menjaga kedaulatan laut. Salah satunya melalui Latihan Pengamatan Udara Maritim Triwulan III Tahun Anggaran 2026 yang digelar di Gedung Yos Sudarso, Mako Kodaeral I, Belawan, Sumatera Utara, Senin-Rabu (3-5 Agustus 2026).
Latihan ini digelar berdasarkan Surat Perintah Komandan Kodaeral I sebagai langkah strategis meningkatkan kemampuan personel dalam memanfaatkan teknologi Unmanned Aerial Vehicle [UAV] atau drone untuk pengawasan wilayah perairan.
Selama 3 hari, para prajurit mendapatkan pembekalan komprehensif mulai dari teknik pengoperasian UAV, regulasi penerbangan, prosedur keselamatan, hingga teknik _Reconnaissance_ atau pengintaian udara.
Penguasaan teknologi drone diharapkan dapat meningkatkan efektivitas patroli, memperluas jangkauan pemantauan, serta mempercepat deteksi dini terhadap berbagai potensi ancaman di laut.
"Kemampuan ini menjadi bekal penting untuk mendukung pengumpulan data secara cepat dan akurat. Setiap informasi yang diperoleh bisa langsung menjadi dasar pengambilan keputusan dalam operasi," ujar keterangan Dispen Kodaeral I, Selasa (04/08/2026).
Kehadiran UAV juga dinilai memperkuat sistem pengawasan maritim Kodaeral I agar lebih modern, adaptif, dan responsif terhadap dinamika di wilayah perairan Indonesia.
Komandan Kodaeral I, Laksamana Muda TNI Deny Septiana, menegaskan bahwa peningkatan profesionalisme prajurit harus sejalan dengan perkembangan teknologi pertahanan.
"Melalui latihan ini, Kodaeral I berkomitmen mencetak sumber daya manusia yang unggul, profesional, dan siap menghadapi tantangan tugas di era digital," tegasnya.
Dengan semangat tersebut, Kodaeral I akan terus menghadirkan prajurit yang mampu menjaga keamanan dan kedaulatan wilayah maritim Indonesia melalui perpaduan antara kompetensi personel dan pemanfaatan teknologi modern. (Hendra R)
