Rumah Tahfidz Yatim Piatu di Medan Marelan Kembali Disatroni Maling, LPUI Desak Polisi Tangkap Pelaku

Editor: Admin author photo

Foto : Rumah Tahfidz 

liputan6online.com | MARELAN – Aksi pencurian kembali menyasar tempat pendidikan Al-Qur'an. Kali ini Yayasan Tahfidz Al-Qur'an Birrul Walidain Nur Salamah di Jalan Tanah 600, Gang Rasmi No.27D, Kelurahan Tanah 600, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, menjadi korban.

Peristiwa ini terekam CCTV dan telah dilaporkan ke Polsek Medan Labuhan dengan STPLP Nomor: STPLP/B/909/VIII/2026/SPKT/UNIT RESKRIM/POLSEK MEDAN LABUHAN/POLRES PELABUHAN BELAWAN/POLDASU, tanggal 21 Agustus 2026.

Berdasarkan laporan pengasuh pondok, Khanza Al Hilwah, kejadian berlangsung Kamis (20/8/2026) sekitar pukul 03.05 WIB.

Dari rekaman CCTV terlihat dua orang pria berinisial RO dan KL memanjat dinding dan menggotong satu unit outdoor AC merek LG milik yayasan. Wajah pelaku tidak terlihat jelas, namun gerak-geriknya saat membawa barang curian terekam jelas.

"Berawal dari laporan saksi bahwa AC outdoor hilang. Setelah dicek CCTV, benar ada dua orang yang masuk," ungkap Khanza.

Hasil penelusuran warga dan saksi mengarah ke rumah salah satu terduga pelaku yang tak jauh dari TKP. Saat didatangi, outdoor AC milik rumah tahfidz ditemukan berada di garasi rumah tersebut. Pelaku sudah tidak ada di tempat.

Di lokasi turut diamankan barang bukti pendukung berupa jaket hoodie hitam. Total kerugian ditaksir mencapai Rp2.500.000.

Ketua Umum Lembaga Pemerhati Ummat Indonesia (LPUI), Ustadz Abu Azzam, mengecam keras aksi tersebut. Ia mendesak Polsek Medan Labuhan segera menangkap pelaku yang diduga masih bertetangga dengan yayasan.

"Rumah Tahfidz Marelan Birrul Walidain terus dijadikan incaran maling. Berkali-kali sudah kemalingan. Rumah anak-anak yatim piatupun sanggup digasak. Astagfirullah. Kali ini harus terima imbalan perbuatannya," tegas Ustadz Abu Azzam.

Ia memberi ultimatum. Jika dalam waktu 2x24 jam tidak ada tindakan, LPUI akan turun tangan mengantar pelaku ke Polsek Medan Labuhan.

Kasus pencurian dengan pemberatan ini kini dalam penanganan Polsek Medan Labuhan. Pengurus yayasan dan warga berharap aparat segera menindak agar ada efek jera dan keamanan tempat ibadah serta pendidikan Al-Qur'an di Medan Marelan tetap terjaga. (Redaksi)
Share:
Komentar

Berita Terkini