Warga Terkena Dampak Tembok Sentral Losmen, Pemerintahan Setempat Gagal Mediasi

Editor: Jurnalis author photo


liputan6online.com
| SIDIMPUAN- Empat kepala keluarga warga Kampung Bukit, Lingkungan II, Kelurahan WEK II, Kecamatan Padang Sidempuan Utara, Kota Padang Sidempuan yang terkena dampak tembok batu belum ada solusi meski sudah di mediasi.


Mediasi sudah dilakukan oleh Camat Padang Sidempuan Utara, Nanda Alfina, namun belum ada titik.

Instansi terkait tidak berhasil memberikan solusi kepada empat kepala rumah tangga yang terdampak tembok sentral losmen tersebut.

Komariah Harahap (61 tahun) mengatakan bahwa, jalan menuju rumahnya ada 4 kepala rumah tangga (KK) yakni ia sendiri Komariah Harahap, Sumarto Pakpahan (52 tahun), Bitcar Pakpahan (54 tahun) dan Yusuf Nasution (42 tahun).

“Akses menuju rumah kami kini sudah ditutup dengan bangunan tembok dari sentral Losmen," kata Komariah Harahap kepada wartawan, Senin (25/7/2022).

Diketahui sebelumnya, jalan menuju kediamannya adalah Gang Damai yang sudah ada dari dulu sebagai aset Pemerintah Kota Padang Sidempuan. Kini, Gang Damai tersebut telah direhab untuk pelebaran bangunan penginapan sentral losmen.

Komariah Harahap, lebih rinci menjelaskan bahwa Anggota DPRD Padang Sidempuan, Rusidy pernah datang untuk menyetop pembangunan tembok yang menutup jalan ke rumah warga, namum hanya berselang satu pekan pembangunan tersebut berlanjut lagi hingga tembok menutup jalan rumah warga.

"Kami berharap Wali kota turun dapat melihat kondisi jalan kami yang tertutup. Lihatlah cucu-cucu kami yang masih kecil dan masih sekolah, tidak seperti dulu lagi keluar masuk rumah. Kami mengharapkan walikota dapat melihat secara langsung keadaan kami kini," harap komariah.

Komariah berharap, agar pemilik sentral losmen punya rasa  Prikemanusian dengan membuka akses jalan ketempat tinggal kami (rumah), agar anak cucu yang masih sekolah SD bisa keluar masuk untuk beraktifitas seperti semula.

Selain itu, Rosdiana Nasution (41 tahun) mengatakan bahwa, keluarganya sudah resah dan tidak tahu lagi harus berbuat apa. Karena dikala anaknya pergi dan pulang sekolah tidak bisa lagi masuk ke rumahnya.

“Tadi pagi masih bisa keluar anak saya pergi ke sekolah, setelah pulang sekolah tidak bisa masuk lagi ke rumah,” ujar Rosidiana.

Rosdiana memohon kepada pemilik sentral losmen dapat membuka akses jalan untuk mereka, meskipun hanya 2 meter supaya kami dapat  keluar masuk  rumah," pintanya. (L6OC/Tantawi)
Share:
Komentar

Berita Terkini