liputan6online.com | SIANTAR- Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Siantar Utara bersama para Penyuluh Agama Islam menggelar kegiatan pembinaan Majelis Taklim se-Kecamatan Siantar Utara yang berlangsung dengan sukses dan penuh antusiasme. Kegiatan yang dilaksanakan masjid Al ikhlas jln Nagur di wilayah Siantar Utara tersebut dihadiri lebih kurang 500 jamaah majelis taklim dari berbagai kelurahan.
Kepala KUA Kecamatan Siantar Utara Irwan S.Sos.I dalam sambutan dan tausiahnya menyampaikan bahwa pembinaan majelis taklim merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan pemahaman keagamaan, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta memperkuat peran majelis taklim sebagai wadah pembinaan umat di tengah masyarakat.
"Kami berharap melalui kegiatan ini para pengurus dan anggota majelis taklim semakin aktif dalam menyebarkan nilai-nilai Islam yang moderat, menjaga kerukunan, serta menjadi teladan di lingkungan masing-masing," ujarnya.
Dan majelis Taklim Silaturahmi Kecamatan Siantar Utara yg kembali terbentuk atas dasar musyawarah seluruh majelis taklim ini akan segera di SK kan guna pengajuan surat keterangan terdaftar dari Kementerian agama
Sementara itu, para Penyuluh Agama Islam Siantar Utara yang dihadiri Sri hayati hutasuhut SH.I memberikan materi yang berfokus pada penguatan akidah, peningkatan kualitas ibadah, pembinaan keluarga sakinah dan majelis taklim, serta pentingnya menjaga persatuan dan keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat.
Peserta yang hadir tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan. Selain mendengarkan materi pembinaan, para jamaah juga diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan keagamaan di lingkungan masing-masing.
Kegiatan pembinaan ini mendapat apresiasi dari para peserta karena dinilai memberikan manfaat besar dalam meningkatkan wawasan keagamaan dan mempererat silaturahmi antar-majelis taklim di Kecamatan Siantar Utara.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, KUA dan Penyuluh Agama Islam Kecamatan Siantar Utara berharap sinergi antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat dapat terus terjalin guna mewujudkan kehidupan beragama yang harmonis, damai, dan penuh keberkahan.
Acara ditutup dengan doa bersama serta komitmen seluruh peserta untuk terus mengembangkan kegiatan majelis taklim sebagai sarana pembinaan umat dan penguatan nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat.
(Budi Kurniawan)
