Imigrasi Belawan Sabet Juara 2 Nasional LHI, Bukti Tajamnya Intelijen di Perbatasan

Editor: Admin author photo

Foto : Imigrasi Belawan Sabet 2 Penghargaan Terbaik Kedua Nasional 

liputan6online.com | BOGOR - Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan kembali mengukir prestasi di tingkat nasional. Imigrasi Belawan menyabet Penghargaan Terbaik Kedua Nasional dalam Pengelolaan dan Pelaporan Laporan Harian Intelijen (LHI) Kategori Kantor Imigrasi Kelas II.

Penghargaan bergengsi tersebut diraih dalam forum Diseminasi Penguatan Penyusunan Produk Intelijen Keimigrasian T.A. 2026 yang digelar Direktorat Intelijen Keimigrasian di Bogor, 23–25 September 2026.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Direktur Intelijen Keimigrasian, Kombes Pol. Agus Waluyo, kepada Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan, Eko Yudis Parlin Rajagukguk.

Direktur Intelijen Keimigrasian, Kombes Pol. Agus Waluyo menegaskan, fungsi intelijen keimigrasian kini bukan sekadar pengumpulan data administratif, melainkan instrumen strategis bagi formulasi kebijakan negara.

"Dinamika ancaman keimigrasian dewasa ini menuntut ketajaman intuisi berbasis analisis data yang komprehensif. Produk intelijen yang presisi merupakan bahan pertimbangan pimpinan untuk mengantisipasi potensi celah kejahatan lintas negara," tegasnya.

Kepala Kantor Imigrasi Belawan, Eko Yudis Parlin Rajagukguk, menyebut penghargaan ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh jajaran.

"Penghargaan ini representasi dari dedikasi dan konsistensi seluruh jajaran dalam menjaga marwah intelijen. Fokus kami tidak sekadar ketepatan waktu pelaporan, melainkan kedalaman substansi, validitas metodologis, serta objektivitas data agar memberikan dampak nyata dalam penegakan hukum keimigrasian," ungkap Eko Yudis.

Ke depan, Imigrasi Belawan berkomitmen memperkuat koordinasi lintas sektor, meningkatkan akurasi sintesis data, serta modernisasi tata kelola laporan intelijen secara berkelanjutan.

Prestasi ini sejalan dengan arahan Dirjen Imigrasi Hendarsam Marantoko yang mendorong tata kelola keimigrasian berbasis profesionalisme melalui doktrin "Imigrasi untuk Rakyat" sebagai perisai preventif menjaga stabilitas keamanan nasional.

Agenda tersebut turut diperkuat konsorsium instansi intelijen dan pertahanan nasional sebagai pemateri, di antaranya Pusdiklat BIN, BAIS TNI, dan Pusintel Lemdiklat Polri. (Noi)
Share:
Komentar

Berita Terkini