Realisasi Daya Hingga 5,058 MVA Periode Tahun 2025 – Mei 2026
![]() |
| Foto: Kebun Buah Naga |
liputan6online.com | BUKIT BARISAN-PLN UP3 Bukit Barisan terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pertumbuhan sektor pertanian dan perekonomian masyarakat melalui penyediaan listrik andal bagi pelaku usaha pertanian buah naga. Melalui program layanan bertajuk “ENERGI NAGA”, PLN berhasil merealisasikan penyambungan daya listrik untuk kebun buah naga dengan total mencapai 5,058 MVA sepanjang periode tahun 2025 hingga Mei 2026.
Manager PLN UP3 Bukit Barisan, Ramses Hutajulu menyampaikan bahwa program “ENERGI NAGA” merupakan bentuk nyata dukungan PLN terhadap modernisasi sektor pertanian, khususnya bagi petani buah naga yang membutuhkan pasokan listrik untuk sistem penerangan dan operasional kebun.
“PLN hadir untuk mendukung produktivitas petani melalui listrik yang andal dan berkualitas. Program ENERGI NAGA menjadi langkah strategis dalam membantu pengembangan kebun buah naga agar mampu meningkatkan hasil panen dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Ramses Hutajulu, saat ditemui wartawan diruang kerjanya, Senin (4/5/2026)
Ia juga menambahkan bahwa pemanfaatan listrik pada kebun buah naga sangat penting untuk mendukung proses pembungaan tanaman melalui sistem penerangan pada malam hari sehingga produktivitas dapat meningkat secara optimal.
Dalam pelaksanaan program tersebut, Manager UP3 turut didampingi oleh Topan Richardo selaku ASMAN NPS PLN UP3 Bukit Barisan yang menyampaikan bahwa PLN akan terus membuka peluang kolaborasi dengan para petani dan pelaku usaha agrikultur di wilayah kerja UP3 Bukit Barisan.
“Melalui program ENERGI NAGA, PLN ingin memastikan kebutuhan listrik sektor pertanian dapat terpenuhi dengan proses pelayanan yang cepat, mudah, dan profesional. Kami berharap program ini dapat menjadi pendorong tumbuhnya ekonomi masyarakat berbasis pertanian modern,” ungkap Topan Richardo.
PLN UP3 Bukit Barisan berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan kelistrikan terbaik guna mendukung berbagai sektor produktif, termasuk pertanian, UMKM, pariwisata, dan industri, sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan. (Noi)
