![]() |
| Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menyerahkan BPJS Ketenagakerjaan kepada driver ojol secara simbolis (foto: Ist/ liputan6online) |
liputan6online.com I MEDAN- Untuk melindungi pekerja sektor informal dari resiko jalanan dengan melalui program sosial, Walikota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, secara simbolis menyerahkan ribuan kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan kepada driver Ojek Online (Ojol), di gedung PKK Kota Medan, Rabu (20/5/2026).
Dalam kegiatan penyerahan kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan secara simbolis itu, turut dihadiri Wakasatlantas Polrestabes Medan, Plt Kadis Ketenagakerjaan Kota Medan, BPJS Ketenagakerjaan serta Ketua Umum GODAMS. Pada kesempatan itu Rico Waas, juga menyerahkan santunan kematian secara simbolis kepada ahli waris salah seorang driver yang telah meninggal dunia.
Dalam sambutannya, Rico Waas menegaskan bahwa profesi Jjol kini menjadi penopang ekonomi banyak keluarga ditengah tantangan lapangan kerja formal. Namun tingginya risiko di jalan raya, membuat para pengemudi (driver) membutuhkan perlindungan nyata.
“Dijalanan banyak hal yang tidak bisa kita prediksi. Kita sudah hati-hati, tapi bisa saja tertabrak karena kelalaian orang lain. Oleh sebab itu, perlindungan ini penting sebagai jaring pengaman keluarga,”ujar Rico Waas.
Menurutnya, program jaminan sosial bukan untuk mengharapkan musibah, melainkan mencegah munculnya garis kemiskinan baru jika tulang punggung keluarga mengalami kecelakaan kerja atau meninggal dunia.
Dirinya mencontohkan manfaat nyata program tersebut melalui santunan yang baru saja diterima ahli waris almarhum Rajali, seorang driver ojol. Total santunan mencapai Rp232 juta, terdiri dari santunan kematian Rp70 juta dan beasiswa pendidikan untuk dua anak hingga perguruan tinggi.
“Jika kepala keluarga tidak ter-cover, bagaimana masa depan istri dan anak. Inilah manfaat ketika kita terlindungi,” tambah Rico Waas.
Dikatakannya, program itu dibiayai melalui APBD Kota Medan, sebagai bentuk kehadiran negara bagi pekerja informal. Dari total 17.851 pekerja informal yang dibantu iurannya, sebanyak 8.779 diantaranya merupakan pengemudi atau driver transportasi online di Kota Medan.
“Ini komitmen kami agar para driver keluar dari rumah untuk mencari rezeki dengan perasaan tenang, karena sudah terlindungi,”jelasnya.
Pada pertemuan itu, juga dilakukan pencanangan Gerakan Aman Berkendara Kepada para pengemudi ojek online, Rico Waas berharap, bisa menjadi pelopor keselamatan lalulintas dengan memastikan penggunaan helm standar, spion lengkap, dan kelayakan kendaraan.
Rico Waas, juga membuka ruang komunikasi bagi para driver untuk melaporkan konflik dilapangan. Baik itu adanya praktik Jukir liar dan intimidasi, supaya dapat segera ditindaklanjuti oleh aparat kepolisian dan petugas Dinas Perhubungan (Dishub).
"Kita ingin pemerintah, aparat, dan pengemudi terkoneksi, jika ada masalah dilapangan segera laporkan dan jangan dibiarkan,”tegasnya.
L6OC/ H.Tanjung
