Razaky Frial Resmi Nahkodai PC PMII Siantar–Simalungun: Hasil Konfercab XXIII 2024 Sah, Didukung Pemerintah Kota

Editor: Admin author photo

Foto: Mahasiswa Islam Indonesia (PMII)

liputan6online.com | SIANTAR- Kepengurusan baru Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Siantar–Simalungun resmi dipimpin oleh Razaky Frial, hasil Konferensi Cabang (Konfercab XXIII) 27/09/ 2024. Konfercab sebagai forum konstitusional tertinggi tingkat cabang telah menegaskan legitimasi kepemimpinan baru, sekaligus menutup ruang bagi kepengurusan lama yang sudah kedaluwarsa.

Kekuatan legitimasi ini diperkuat dengan Berita Acara Kesepakatan bersama Pemerintah Kota Pematang Siantar 15 September 2025. Dalam berita acara tersebut, Pemko menegaskan sikap netral, menghormati AD/ART PMII, serta hanya mengakui kepengurusan yang sah sesuai mekanisme organisasi. Fakta ini menjadi penegasan politik bahwa pemerintah tidak lagi mengakui klaim sepihak kepengurusan lama.

Razaky Frial, Ketua PC PMII terpilih, menyatakan, “Kami berdiri di atas legitimasi penuh Konfercab, konstitusi organisasi, dan dukungan pemerintah daerah. PMII Siantar–Simalungun adalah rumah kader yang sah, bukan sekadar alat kepentingan kelompok yang sudah habis masa baktinya. Kami siap menjadi garda intelektual dan moral control atas jalannya pemerintahan dan penegakan hukum di daerah ini.”

Kepengurusan baru ini menegaskan tekad untuk mengembalikan marwah PMII sebagai organisasi independen, kritis, dan solutif. Mendorong pemerintah daerah lebih berpihak pada rakyat, bukan pada oligarki kepentingan.
Menjadi mitra strategis sekaligus oposisi kritis bagi Forkopimda, kampus, dan seluruh institusi yang ada di Siantar–Simalungun.

Kepemimpinan Razaky Frial adalah simbol kebangkitan PMII di Siantar–Simalungun: tegas, berani, dan berdiri di atas legitimasi sah. Dengan dukungan mahasiswa, masyarakat, dan pengakuan pemerintah, kepengurusan ini siap menjadi motor perubahan sosial-politik daerah.

PC PMII Siantar–Simalungun menutup pintu bagi segala bentuk manipulasi, kooptasi, dan kepentingan elit yang mencoba melemahkan pergerakan mahasiswa. (Budi Kurniawan)
Share:
Komentar

Berita Terkini