![]() |
| Foto: LSM Harimau |
liputan6online.com | BREBES - Puluhan anggota LSM HARIMAU yang dipimpin oleh ketua DPC kabupaten Brebes, Edi Sucipto, melakukan aksi di depan PT Gold Emperor Indonesia (GEI) yang berlokasi di desa Kemurang Wetan, kecamatan Tanjung, Brebes, pada Selasa (11/2/2026).
Aksi ini dilakukan sebagai respon atas banyaknya aduan dari masyarakat terkait proses perekrutan calon tenaga kerja di PT GEI. Edi menjelaskan bahwa proses perekrutan tersebut diduga diskriminatif, di mana calon tenaga kerja yang cantik langsung diterima, sedangkan yang tidak cantik tidak diterima.
"Proses perekrutan ini tidak melibatkan HRD lokal, melainkan dilakukan oleh tenaga kerja asing," kata Edi usai audensi dengan manajemen PT GEI. "Kami menduga adanya diskriminisasi fisik dalam praktik perekrutan tenaga kerja yang diduga melangkahi fungsi HRD lokal."
Edi juga menyinggung status Tenaga Kerja Asing (TKA) yang bekerja di PT GEI. Dari total 57 TKA yang diakui oleh pihak perusahaan, 17 di antaranya belum memiliki dokumen legalitas yang lengkap.
"Kami berharap PT GEI mematuhi aturan di kabupaten Brebes. Jika tidak, kami akan menggelar demo besar-besaran jika ada pelanggaran serupa," tegas Edi.
Manager SDM PT GEI, Aris Juliyanto, mengakui bahwa teknis pelaksanaan rekrutmen memang masih melibatkan TKA sebagai penilai. Namun, ia berkomitmen untuk memperkuat peran HRD dalam melaksanakan fungsi dan tugasnya.
"Kami akan melakukan perbaikan secepatnya demi menjaga kondusifitas investasi dan kepatuhan hukum perusahaan. Kami juga menegaskan komitmen untuk mengutamakan penyerapan tenaga kerja lokal yang terdampak di desa-desa sekitar," ujar Aris.
Aris juga menyampaikan terima kasih atas fungsi kontrol sosial yang dijalankan oleh LSM Harimau. "Teman-teman lembaga tadi menyampaikan agar penilaian terhadap calon tenaga kerja sepenuhnya dilakukan oleh tenaga kerja lokal, dan kami berkomitmen untuk memperkuat peran HRD dalam melaksanakan fungsi dan tugasnya," tambahnya.
Pihak perusahaan berjanji akan melakukan perbaikan secepatnya dan mengutamakan penyerapan tenaga kerja lokal yang terdampak di desa-desa sekitar. (Hadi)
