liputan6online.com | BREBES – Peran guru Sekolah Dasar dinilai sangat penting dalam membentuk karakter dasar siswa di era digitalisasi yang penuh tantangan. Hal itu disampaikan Kepala SDN 08 Karangmalang, Kecamatan Ketanggungan, Kaonah, http://S.Pd., kepada wartawan, Kamis (29/5/2026).
Menurutnya, anak usia SD masih berada pada tahap perkembangan sehingga membutuhkan arahan positif dari guru. Tugas guru tidak hanya menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga membimbing cara bersikap dan berperilaku.
“Anak usia SD masih dalam tahap perkembangan yang membutuhkan arahan positif. Guru tidak hanya menyampaikan materi pembelajaran, tetapi juga bimbingan cara bersikap dan berperilaku, yakni nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan empati,” ucap Kaonah.
Lebih lanjut ia menjelaskan, nilai empati perlu ditanamkan melalui kegiatan belajar yang bermakna. Guru berperan sebagai teladan dan pendamping utama dalam proses tumbuhnya karakter anak. SDN 08 Karangmalang sendiri menerapkan nuansa agamis karena berada di lingkungan yang banyak pesantren.
Kaonah juga menyoroti tantangan era digital. Saat ini anak-anak hidup di tengah arus teknologi besar seperti gadget, media sosial, dan internet yang mudah diakses. Karena itu, guru penting membimbing siswa agar mampu memilih informasi serta bersikap sopan dan bijak saat menggunakan teknologi.
“Pembelajaran karakter harus ekstra sabar, tidak dapat dilakukan secara instan, perlu bertahap melalui pembiasaan. Guru PGSD harus bisa menciptakan aktivitas yang menyenangkan namun tetap bermoral,” jelasnya.
Pembentukan karakter, menurut Kaonah, dapat dilakukan melalui metode kerja kelompok. Metode ini membantu mengembangkan kerja sama, melatih keberanian berdiskusi dan berpendapat, sehingga muncul rasa sosial dan peduli. Dengan begitu, guru bisa mengintegrasikan nilai-nilai karakter dan moral secara lebih alami.
“Metode ini membuat pembelajaran tidak hanya fokus pada kognitif, tapi juga afektif serta psikomotor,” pungkasnya.
(Hadi)
